Kiamat Besar Dan Kiamat Kecil Datang Tiba-Tiba

Kiamat besar disebutkan oleh Allah akan datang secara tiba-tiba, tanpa dapat diprediksi secara akurat oleh manusia. Nabi Muhammad hanya diberikan oleh Allah ilmu tentang tanda-tanda dekatnya saja. Tiada ada yang bisa menebak tanggal tepatnya, apakah tahun atau bulannya.



Siapa yang mencoba mengira-ngira apakah berdasarkan jumlah dan ayat al-Quran dan sebagainya, ia sebenarnya sedang melakukan kekarutan dan menyimpang dari jalan yang benar.

فهل ينظرون إلا الساعة أن تأتيهم بغتة فقد جاء أشراطها فأنى لهم إذا جاءتهم ذكراهم

Artinya: 
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang? 
(Surah Muhammad: 18)

Itu perihal kiamat besar, namun disampingnya ada kiamat kecil, yaitu kematian yang selalu basah di bibir Rasulullah mengingatkan umat dan sahabatnya. Kiamat kecil ini juga sering datang secara tiba-tiba, sehingga kata orang ia datang "tanpa seorang itu mampu atau sempat bersedia".

Hakikatnya itu tidak benar, sebenarnya Allah mendatangkan kematian setelah kita semua diberikan waktu dan infra secukupnya untuk siap. Cuma kita yang terlalu lalai dan terhijab dek karena kecantikan dan kenikmatan sementara yang ada di atas dunia ini.

Lupa

Banyak yang lupa di akhirat sana, nikmat yang maha besar sedang menunggu untuk siapa yang siap dan selalu menambah persediaan dan bekalannya. Nikmat surga tidak bisa sama sekali digambar, sebagaimana desainer cipta mobil Ford di awal desain tidak akan mampu sama sekali terbayang mobil Ferrari di zaman ini. Jika diasumsikan seorang dari kita tiba-tiba melayang ke masa lalu dan mencoba menjelaskan perihal bentuk dan mesin Ferrari, bentuk dan fungsi i-phone dan i-pad, tentunya tidak ada yang berada di zaman itu bisa membayangkannya.

Begitulah kenikmatan akhirat yang disebut oleh Nabi dari Allah ta'ala:

أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت, ولا أذن سمعت, ولا خطر على قلب بشر

Artinya: Aku menyediakan untuk hambaku yang shalih (surga) yang tiada mata yang telah pernah melihatnya (tidak mampu tergambar), dan tidak pernah didengar (kenikmatannya) oleh telinga dan tidak mampu terlintas (tingkat kenikmatannya) oleh hati manusia. (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Sedangkan dalam catatan Imam Ahmad

إنه من يدخل الجنة ينعم ولا يبأس, لا تبلى ثيابه, ولا يفنى شبابه, في الجنة ما لا عين رأت, ولا أذن سمعت, ولا خطر على قلب بشر

Artinya: Sesungguhnya siapa yang masuk surga Allah akan dikaruniai nikmat yang tidak akan jemu, tidak binasa pakaiannya, tidak hilang kepemudaan / pemudiannya, apa yang di dalam surga, sesuatu yang mata tidak mampu tergambarnya, dan tidak pernah didengar (kenikmatannya) oleh telinga dan tidak mampu terlintas (tingkat kenikmatannya) oleh hati manusia. (Riwayat Ahmad)



Setiap aliran darah, denyut jantung, fungsinya hati, usus dan sebagainya, semua dikontrol oleh kekuasaan Allah ta'ala. Bukan hanya apa yang di dalam tubuh bahkan juga semua yang diluarnya, Lihat video ini bagaimana secara tiba-tiba tiang bisa jatuh dan menimpa pejalan kaki.

Mungkin ada yang berpikir, seorang ahli olahraga yang 'fit' fit dan sehat, mungkin tidak akan menerima serangan jantung, namun coba lihat apa yang terjadi kepada pemain sepakbola Hongaria ini. Setelah memberikan senyuman kepada wasit yang memberikan kartu kuning dan terus ...

Para ulama menguraikan, perihal Nabi Adam yang pernah mendiami surga tidak sama sekali bertemu dengan hadits ini karena surga itu senantiasa berubah nikmatnya dan tidak akan sama sekali membosankan. Luasnya tidak tercapai oleh bayangan akal manusia. Menurut hadis, individu yang menerima surga paling terbawah pun besarnya adalah beberapa kali lipat dunia hari ini, apalagi yang lainnya. Justru itu, apa yang dilihat oleh nabi Adam, dengan mudah sekali untuk Allah mengubah kepada apa yang Dia kehendaki.



Akhirnya sekali, ingatlah pesan dan teguran Imam Hasan Al-basri:

ما رأيت يقينا لا شك فيه أشبه من شك لا يقين فيه من الموت

Artinya: Tidaklah aku melihat satu hal yang sangat pasti (yakin) dan tiada keraguan padanya akan datang tetapi diperlakukan seperti suatu hal yang tidak pasti hadirnya, (seolah tidak yakin keberadaannya) lebih dari perihal kematian.

Sama-samalah kita berdoa agar saat nyawa kita ditarik kita berada di dalam kondisi yang baik di sisi manusia, amat baik di sisi Allah. Janganlah dimatikan kita sewaktu terlanjur melakukan maksiat.

0 Response to "Kiamat Besar Dan Kiamat Kecil Datang Tiba-Tiba"

Posting Komentar